Ilustrasi buku aturan terbuka dengan roda gigi di sampingnya

Di episode 7 kemarin kita belajar context management: memberi AI bahan bacaan yang tepat supaya ia tidak mengarang sendiri. Tapi ada satu masalah yang belum terselesaikan. Setiap sesi baru, kamu harus mengulang instruksi yang sama: "pakai bahasa Indonesia untuk komentar", "jangan pakai framework", "jalankan test dulu sebelum bilang selesai". Capek, dan kadang kamu lupa mengatakannya. Solusinya adalah file aturan proyek, instruksi tertulis yang dibaca otomatis oleh AI di setiap sesi.

Seperti biasa, catatan jujur dulu. Pembahasan ini disusun dari dokumentasi resmi tools AI coding dan laporan komunitas developer per Oktober 2026. Nama file dan perilaku tiap tools bisa berubah seiring update, jadi kalau ada yang berbeda di tools yang kamu pakai, dokumentasi resminya adalah rujukan terakhir.

Apa Itu File Aturan Proyek

File aturan proyek adalah file teks biasa berisi instruksi permanen untuk AI yang bekerja di proyekmu. Nama yang paling umum adalah AGENTS.md (dipakai banyak tools agen generik), CLAUDE.md (dipakai Muse dan tools berbasis Claude), dan .muserules (dipakai Cursor versi lama). Fungsinya sama: begitu AI mulai bekerja di folder proyekmu, ia membaca file ini dulu sebelum melakukan apa pun.

Bedanya dengan README adalah sudut pandangnya. README menjelaskan proyek kepada manusia: ini proyek apa, cara menjalankannya bagaimana. File aturan menjelaskan proyek kepada AI: kalau kamu disuruh ngoding di sini, ini konvensinya, ini perintah yang boleh dijalankan, ini hal yang dilarang. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

Analogi dapurnya: kalau README itu buku menu restoran, file aturan itu SOP dapur yang ditempel di dinding. Koki baru (atau AI baru di sesi baru) tidak perlu ditanya satu per satu, cukup baca SOP-nya.

Isi yang Efektif: Tiga Kelompok Wajib

File aturan yang efektif tidak perlu panjang. Ia hanya butuh tiga kelompok isi. Kelompok pertama: konvensi kode. Gaya penulisan yang harus diikuti AI, misalnya bahasa komentar, penamaan variabel, atau struktur file. Contoh: "tulis komentar dalam bahasa Indonesia" atau "satu fungsi maksimal 30 baris". Kelompok kedua: perintah build dan test. Perintah persis untuk menjalankan dan menguji proyek, supaya AI tidak menebak. Contoh: "jalankan test dengan perintah npm test" atau "buka index.html langsung di browser, tidak ada proses build". Kelompok ketiga: pantangan. Hal yang tidak boleh dilakukan AI tanpa izinmu. Contoh: "jangan menambah library baru tanpa bertanya dulu" atau "jangan menghapus file tanpa konfirmasi".

Perhatikan polanya: konvensi menjawab "tulis kodenya seperti apa", perintah menjawab "cara menjalankannya bagaimana", pantangan menjawab "batasnya di mana". Tiga kelompok ini mencakup 90 persen instruksi berulang yang selama ini kamu ketik manual di setiap sesi.

Berhenti dan tebak dulu! Kamu menulis di file aturan: "gunakan bahasa Indonesia untuk semua komentar kode". Di sesi baru, AI tetap menulis komentar bahasa Inggris. Apa yang paling mungkin terjadi?

Jawaban: tools yang kamu pakai tidak membaca file aturan itu, atau namanya tidak dikenali. Tidak semua tools membaca semua nama file. Cursor versi baru memakai aturan proyek bawaannya, Muse membaca CLAUDE.md, sebagian tools membaca AGENTS.md. Solusinya: cek dokumentasi tools yang kamu pakai, nama file apa yang ia baca otomatis. Kalau tidak ada yang cocok, tempel isi aturanmu manual di awal sesi sebagai pesan pertama.

Contoh File Aturan Siap Copy

Ini contoh AGENTS.md untuk proyek web sederhana (HTML, CSS, JS tanpa framework). Salin ke folder utama proyekmu, sesuaikan bagian yang perlu, dan AI yang mendukung akan membacanya otomatis.

# Aturan Proyek: Website Portofolio

## Konvensi kode
- Tulis semua komentar kode dalam bahasa Indonesia.
- Gunakan nama variabel dan fungsi dalam bahasa Inggris yang deskriptif.
- Satu fungsi maksimal 30 baris. Kalau lebih, pecah jadi fungsi kecil.
- File CSS hanya di folder css/, file JS hanya di folder js/.

## Cara menjalankan dan menguji
- Tidak ada proses build. Buka index.html langsung di browser.
- Setelah mengubah kode, sebutkan cara saya mengujinya dalam 1-2 kalimat.
- Kalau ada error, jelaskan penyebabnya dulu sebelum memperbaikinya.

## Pantangan
- JANGAN menambah library atau framework baru tanpa bertanya dulu.
- JANGAN menghapus file tanpa konfirmasi saya.
- JANGAN mengubah struktur folder tanpa izin.
- JANGAN menulis kode yang butuh koneksi internet (proyek ini offline-first).

## Keputusan yang sudah final
- Penyimpanan data memakai localStorage, bukan database.
- Target browser: Chrome versi terbaru.

Perhatikan betapa ringkasnya contoh di atas: sekitar 25 baris, tapi mencakup semua yang AI butuhkan. Setiap baris adalah satu aturan yang bisa dicek ("apakah aturan ini dilanggar?"). Hindari kalimat puitis atau penjelasan berparagraf. AI membaca file aturan seperti membaca daftar perintah, bukan seperti membaca esai.

Kapan Memperbarui Aturan

File aturan bukan dokumen sekali tulis lalu dilupakan. Ia hidup mengikuti proyekmu. Perbarui setiap kali terjadi tiga hal ini. Pertama, kamu mengoreksi AI untuk hal yang sama dua kali. Kalau kamu sudah dua kali bilang "jangan pakai bahasa Inggris untuk komentar", itu sinyal aturannya belum tertulis atau belum jelas. Tulis atau perjelas, jangan mengulang koreksi ketiga kali. Kedua, ada keputusan baru yang final. Misalnya proyekmu yang tadinya offline-first sekarang butuh koneksi internet, atau kamu memutuskan memakai satu library tertentu. Keputusan final layak masuk file aturan supaya berlaku di semua sesi berikutnya. Ketiga, ada aturan yang sudah tidak relevan. Aturan yang kedaluwarsa tapi masih tertulis hanya menambah kebingungan. Hapus dengan berani.

Biasakan ritual kecil ini: di akhir sesi kerja yang panjang, tanyakan pada dirimu, "koreksi apa yang tadi saya ulang-ulang?" Jawabannya adalah kandidat isi file aturanmu berikutnya.

Jebakan: Aturan Kepanjangan yang Diabaikan AI

Ini jebakan paling ironis: semakin panjang file aturanmu, semakin besar kemungkinan AI mengabaikannya. Kenapa? Karena file aturan ikut memakan jatah context di setiap sesi. File aturan 300 baris berarti 300 baris context yang terpakai sebelum AI mulai bekerja. Lebih parah lagi, aturan yang panjang cenderung berisi aturan yang bertentangan satu sama lain ("tulis kode sependek mungkin" di baris 10, "tulis kode yang sangat eksplisit dan detail" di baris 200). AI yang bingung akan memilih mengabaikan semuanya.

Aturan praktisnya: jaga file aturan di bawah 50 baris. Kalau sudah melebihi itu, pangkas. Cara memangkasnya: hapus aturan yang sudah menjadi kebiasaan umum (tidak perlu menulis "tulis kode yang rapi", itu sudah bawaan AI yang bagus), gabungkan aturan yang mirip, dan pindahkan detail yang jarang dipakai ke README atau dokumentasi terpisah. File aturan adalah daftar perintah darurat yang harus dibaca tiap sesi, bukan ensiklopedia proyek.

Satu tes sederhana untuk setiap baris aturan: "apakah saya pernah mengoreksi AI soal ini?" Kalau jawabannya tidak pernah, baris itu kemungkinan tidak perlu ada. Aturan yang baik lahir dari koreksi nyata, bukan dari imajinasi tentang apa yang mungkin salah.

Kuis 1: Apa fungsi utama file seperti AGENTS.md atau CLAUDE.md?

Kuis 2: File aturanmu sudah 120 baris dan AI mulai mengabaikan isinya. Langkah terbaik?

Latihan Minggu Ini

Latihanmu minggu ini empat langkah. Pertama, cek tools yang kamu pakai: nama file aturan apa yang ia baca otomatis (AGENTS.md, CLAUDE.md, atau mekanisme aturan proyek bawaannya). Catat jawabannya. Kedua, tulis file aturan pertamamu memakai contoh di atas sebagai titik berangkat, sesuaikan dengan proyekmu sendiri, dan jaga di bawah 30 baris untuk versi pertama. Ketiga, mulai sesi AI baru dan uji: minta AI melakukan satu tugas kecil tanpa kamu mengulang instruksi apa pun. Perhatikan apakah konvensi dan pantanganmu dipatuhi. Keempat, catat satu koreksi yang masih harus kamu ucapkan manual, lalu tambahkan ke file aturan. Ulangi ritual ini tiap minggu dan dalam sebulan file aturanmu akan menjadi SOP dapur yang benar-benar bekerja.

Di episode 9 kita lanjut ke "Subagent: Delegasikan Tugas ke AI Lain", yaitu teknik menyuruh AI memanggil "asisten pribadinya sendiri" untuk tugas-tugas yang bisa berjalan paralel. Sampai jumpa besok jam 21:00. Bakar semangat kodingmu seperti api kompor.